MASTER38 MASTER38 MASTER38 MASTER38 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 COCOL88 COCOL88 COCOL88 COCOL88 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MAHJONG69 MAHJONG69 MAHJONG69 MAHJONG69 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 ZONA69 ZONA69 ZONA69 NOBAR69 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38
SLOT GACOR HARI INI SLOT GACOR HARI INI
BOSSWIN168 BOSSWIN168
BARON69
COCOL88
MAX69 MAX69 MAX69
COCOL88 COCOL88 LOGIN BARON69 RONIN86 DINASTI168 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 MABAR69 COCOL88 BWTOTO BWTOTO BWTOTO BWTOTO BWTOTO LAMBO69 LAMBO69 LAMBO69
ronin86
bwtoto
bwtoto
bwtoto
master38
Search for:
  • Home/
  • Kriminal/
  • Polisi Gagalkan Perdagangan Ginjal ke India, Dijual Rp 175 Juta
MM alias A tersangka terduga perdagangan ginjal.

Polisi Gagalkan Perdagangan Ginjal ke India, Dijual Rp 175 Juta

Sabtu, 9 Desember 2023 – 02:12 WIB

Medan – Tim gabungan kepolisaan berhasil menggagalkan perdagangan organ tubuh berupa ginjal, yang rencana akan dijual ke India. Korban dan terduga pelaku berhasil diamankan saat hendak terbang dari Bandara Kualanamu Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, Selasa 3 Desember 2023.

Baca Juga :

Begini Cara Terbaik Lawan Hoax Menurut Kemenkominfo

Terduga pelaku berinsial MM alias A (25) warga Kecamatan Medan Denai, Kota Medan. A sendiri berperan sebagai penghubung. Sedangkan, RA (25), warga Kudus, Jawa Tengah.

Kedua diamankan saat hendak terbang ke India melalui Bandara Kualanamu oleh Tim Badan Intelijen dan Keamanan (Intelkam) Polri dan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumut.

Baca Juga :

Amin Targetkan Menang di Sumut, Cak Imin: Insya Allah 70 Persen Terlampaui

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumut, Kombes Pol Sumaryono menjelaskan bahwa pengungkapan kasus ini, berasal dari monitoring pihak kepolisian hingga berhasil digagalkan perdagangan organ tubuh itu.

“Namun, berhasil kami gagalkan. Karena, yang bersangkutan ini, saat akan terbang melalui Bandara Kualanamu melakukan gerak mencurigakan,” jelas Sumaryono kepada wartawan di Markas Polda Sumut, Jumat 8 Desember 2023.

Baca Juga :

Agen Penyelundup Rohingya Ditangkap, Punya Kartu UNHCR hingga Patok Biaya Rp14 Juta Per Orang

Sumaryono menjelaskan bahwa kasus yang sama pernah diungkapkan oleh Mabes Polri dan Polda Metro Jaya. Kini, kasus tersebut berada di wilayah hukum Polda Sumut.

“Yang mana berawal dari saudara RA, kita sebut sebagai korban, mengikuti salah satu media sosial. Yang mana dalam medsos itu, menawarkan adanya jual beli organ tubuh,” ucap Sumaryono.

Dalam hasil penyelidikan, Sumaryono mengatakan bahwa korban ingin menjual ginjalnya, karena untuk membiayai saudaranya yang sedang sakit dan memerlukan uang keperluan berobat.

Lanjut, Sumaryono mengungkapkan dalam komunikasi dalam medsos dengan pelaku lainnya, berinsial EC disepakati harga. Namun, EC peran sebagai kordinator dan sekarang dalam buronan polisi, karena masuk dalam pencarian orang atau DPO.

“Kemudian, setelah di ACC jual beli ini, transaksinya diaturlah oleh Koordinator yang inisial EC. Yang mana, dengan harga Rp 175 juta. Saat ini, korban telah menerima uang sebesar Rp 10 juta,” kata Sumaryono.

Selanjutnya, pada 1 Desember 2023, korban dari Jakarta terbang ke Kota Medan melalui Bandara Kualanamu. Pada 2 Desember 2023, antara korban dan calon pembeli bertemu disebuah restoran di Kota Medan.

Tanggal 3 Desember 2023, antara korban dan calon pembeli ginjal itu, akan terbang ke India melalui Bandara Kualanamu. Namun gagal, karena RA dicurigai petugas dan gagal terbang. Calon pembeli yang pergi sendirian.

Nah, pada 5 Desember 2023, antara korban dengan terduga pelaku MM akan terbang ke India ditangkap oleh petugas kepolisian gabungan di Bandara Kualanamu.

“Kemudian, terkait kasus ini. Kami berhasil mengamankan sejumlah barang bukti mulai dari handphone sampai nomor rekening dan juga bukti percakapan dalam handphone,” sebut Sumaryono.

Atas perbuatannya, MM dijerat dengan pasal 2 jo Pasal 10 Undang-undang RI nomor 21 2007 tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dengan ancaman 3 tahun hingga 15 tahun penjara serta denda Rp 600 juta.

Kini, pihak tim gabungan kepolisaan masih terus mendalami perdagangan organ tubuh bagian dalam ini. Karena, diduga pelaku merupakan sindikat dan memiliki jaringan, antara provinsi dan antar negara.

Halaman Selanjutnya

“Yang mana berawal dari saudara RA, kita sebut sebagai korban, mengikuti salah satu media sosial. Yang mana dalam medsos itu, menawarkan adanya jual beli organ tubuh,” ucap Sumaryono.

COCOL88 GACOR77 RECEH88 NGASO77 TANGO77 PASUKAN88 MEWAHBET MANTUL138 EPICWIN138 WORTEL21 WORTEL21 WORTEL21 WORTEL21 WORTEL21