MASTER38 MASTER38 MASTER38 MASTER38 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 COCOL88 COCOL88 COCOL88 COCOL88 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MAHJONG69 MAHJONG69 MAHJONG69 MAHJONG69 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 ZONA69 ZONA69 ZONA69 NOBAR69 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38
SLOT GACOR HARI INI SLOT GACOR HARI INI
BOSSWIN168 BOSSWIN168
BARON69
COCOL88
MAX69 MAX69 MAX69
COCOL88 COCOL88 LOGIN BARON69 RONIN86 DINASTI168 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 MABAR69 COCOL88 BWTOTO BWTOTO BWTOTO BWTOTO BWTOTO LAMBO69 LAMBO69 LAMBO69
ronin86
bwtoto
bwtoto
bwtoto
master38
Search for:
  • Home/
  • Kriminal/
  • Detik-detik Guru Ngaji Cabuli 4 ABG di Mojokerto, Begini Motifnya
AR (tengah), tersangka pencabulan ditahan di Polres Mojokerto. (M Lutfi Hermansyah/Viva Jatim)

Detik-detik Guru Ngaji Cabuli 4 ABG di Mojokerto, Begini Motifnya

Sabtu, 20 Januari 2024 – 01:22 WIB

Mojokerto – Penyidik Kepolisian Resor Mojokerto akhirnya menetapkan AR (58), yang merupakan guru ngaji, sebagai tersangka pencabulan terhadap 4 perempuan yang masih di bawah umur alias ABG, salah satunya murid AR sendiri. AR kini ditahan di sel tahanan markas polres setempat.

Baca Juga :

Kejagung Tetapkan 6 Orang jadi Tersangka Korupsi Jalur KA Besitang-Langsa

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Mojokerto Ajun Komisaris Polisi Imam Mujali menjelaskan, AR ditetapkan sebagai tersangka setelah penyidik mengantongi alat bukti cukup. Di antaranya hasil visum dan keterangan korban, saksi, dan tersangka. Tersangka dijerat dengan Pasal 81 Ayat (1) dan (4) Juncto Pasal 76E UU Perlindungan Anak.

Imam menuturkan, berdasarkan hasil penyidikan, keempat korban masing-masing berusia 13, 14, 15, dan 16 tahun. Tersangka melakukan aksi cabul terakhir kali pada Sabtu, 13 Januari 2024. Perbuatan asusila tak senonoh itu terbongkar ketika salah satu korban mengadu kepada orang tuanya.

Baca Juga :

Polri Klaim Palti Hutabarat Sudah Tersangka Sebelum Ditangkap soal Hoax Forkopimda Batubara

Ilustrasi pencabulan wanita

Photo :

Istimewa/Supriadi Maud/VIVA.

Saat itu, lanjut Imam, tersangka mendatangi rumah korban dengan alasan hendak meminjam mesin jahit milik ibu korban. Namun, saat itu ibu korban tengah tidur, sehingga korban tidak bisa langsung memberikan jawaban. Korban lalu mengaku terburu-buru hendak belajar kelompok.

Baca Juga :

Kondisi Bayi yang Dilahirkan di Teras Musala di Depok, Sang Ibu Diduga Tunawisma

Tersangka kemudian bertanya apakah memiliki duit untuk bekal belajar kelompok. Tersangka bilang akan memberikan duit Rp50 ribu asal korban mau dicium dan diremas bagian dadanya. Kemudian terjadilah aksi cabul yang dilakukan tersangka.

Aksi tersebut ternyata juga dialami korban lain. Rata-rata korban diberi uang, ada yang di bawah Rp50 ribu. Bahkan, ada juga yang tidak diberi uang sepeser pun. “Ada yang tidak (dikasih uang), ada yang langsung dipeluk dan dicium,” ungkap Imam.

Ilustrasi Pencabulan anak

Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Inspektur Polisi Dua Herwanto menambahkan, berdasarkan hasil penyidikan, tersangka melakukan aksi cabul sejak tahun 2020. “Dari keempat korban, ada yang dua kali [dicabuli tersangka], ada yang sekali,” tandasnya.

Tersangka mengaku tega melecehkan korban-korbannya karena ingin menumbuhkan rasa kasih sayang. Apalagi, beberapa dari korban adalah muridnya. “Karena mulai dari kecil anak-anak ini sering main ke tempat tersangka,  dianggap mereka masih kecil,” kata Herwanto.

Halaman Selanjutnya

Source : pixabay

COCOL88 GACOR77 RECEH88 NGASO77 TANGO77 PASUKAN88 MEWAHBET MANTUL138 EPICWIN138 WORTEL21 WORTEL21 WORTEL21 WORTEL21 WORTEL21